Revolusi AI: Anthropic Bikin AI Bisa Kontrol Perangkat Fisik!
Selama setahun terakhir, minat terhadap sistem AI yang bisa "bertindak" sendiri memang meningkat pesat. Tapi, dunia AI otomatis sejauh ini masih terbatas pada teks, gambar, kode, atau aksi-aksi lain yang terjadi di dalam komputer saja.
Nah, sekarang Anthropic punya gebrakan baru. Mereka ingin mengubah itu semua dengan memperkenalkan Model Hardware Standard (MHS). Ini adalah seperangkat driver standar yang dirancang khusus agar agen AI bisa dengan mudah terhubung dan mengontrol berbagai perangkat fisik, lho!
Mempermudah Ilmuwan di Laboratorium
Untuk saat ini, versi "pratinjau penelitian" dari MHS ini ditujukan terutama untuk membantu para ilmuwan. Tujuannya? Menyederhanakan proses rumit dalam membuat integrasi software kustom. Proses ini seringkali diperlukan agar berbagai komponen eksperimen yang berbeda bisa bekerja sama dengan baik.
Anthropic menjelaskan bahwa MHS bisa menyediakan antarmuka dan format berbagi data yang umum antar perangkat ini. Jadi, mereka bisa "berkomunikasi" satu sama lain melalui jaringan
tanpa perlu program 'penerjemah' khusus di antaranya. Dengan sistem standar ini, waktu persiapan eksperimen yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan, bisa dipersingkat jadi hanya "beberapa jam atau bahkan menit" saja!
MHS: Jembatan Komunikasi Antar Perangkat dan AI
Bisa dibilang, MHS ini berfungsi sebagai lapisan "penerjemah" antara agen AI dan berbagai jenis perangkat yang berbeda. Dengan begitu, komunikasi dan kontrol menjadi jauh lebih mulus.
Inspirasi di Balik MHS: Dari Penelitian Otak ke Revolusi AI
Dalam sebuah video yang dirilis bersamaan dengan pengumuman ini, Staf Teknis Anthropic, Alek Kemeny, bercerita kalau ide MHS muncul setelah ia mengamati neurosaintis Arco Bast saat melakukan eksperimen pembentukan memori di otak. Eksperimen ini berlangsung di HHMI Janelia Research Campus di Ashburn, Virginia.
Kemeny melihat Bast telah membuat antarmuka khusus untuk mengoordinasikan berbagai komponen eksperimennya, seperti sinar laser berputar, mikroskop, kamera, dan banyak perangkat lainnya. Semua itu dikoordinasikan melalui satu antarmuka umum.
"Ide ini bisa digunakan agar AI menjalankan eksperimen sains apa pun di dunia," kenang Kemeny tentang pemikirannya saat itu. Sungguh inspiratif, bukan?