`

Sumatra Masih Diguyur Hujan Lebat di Tengah El Nino dan Musim Kemarau? Kok Bisa?!

`

Situasi cuaca di Sumatra belakangan ini memang bikin kaget. Bayangkan, di saat seharusnya masuk musim kemarau dan ada El Nino yang identik dengan cuaca kering, eh, kok malah masih sering turun hujan lebat?

BMKG Ungkap Dua Biang Kerok Hujan Lebat di Sumatra

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) punya penjelasannya nih. Ternyata, ada dua "pemain" utama di balik fenomena unik ini: **aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO)** dan **gelombang Kelvin**.

Apa Itu Madden-Julian Oscillation (MJO)?

Gampangnya, MJO itu adalah sebuah kumpulan awan dan badai raksasa yang bergerak dari arah barat ke timur di sekitar garis Khatulistiwa. Nah, pas "rombongan" MJO ini melintas di atas suatu wilayah, dia membawa banyak uap air dan "memancing" terbentuknya awan-awan hujan. Ibaratnya, MJO itu seperti kereta api uap yang membawa gerbong-gerbong berisi potensi hujan.

Peran Gelombang Kelvin dalam Membentuk Hujan

Selain MJO, ada juga **gelombang Kelvin**. Ini adalah gelombang atmosferik berskala besar yang juga bergerak ke timur di sekitar Khatulistiwa. Ketika gelombang Kelvin aktif dan melewati Sumatra, ia bisa meningkatkan kelembaban di atmosfer dan memicu proses konveksi, yaitu pembentukan awan-awan tebal yang berujung pada hujan deras.

Jadi, meskipun El Nino cenderung membuat cuaca kering dan kita sedang memasuki musim kemarau, kehadiran MJO dan gelombang Kelvin ini mampu "melawan" efek tersebut secara lokal di wilayah Sumatra. Kedua fenomena inilah yang membuat Sumatra masih sering diguyur hujan, bahkan hujan lebat, di saat yang seharusnya kering kerontang.