Roblox Masih Jadi Sarang Pengintai Dewasa, Keamanan Anak Diragukan!
Meskipun sudah mengubah sistemnya akhir tahun lalu untuk mencegah orang dewasa mengirim pesan ke anak-anak yang tidak dikenal, platform game Roblox ternyata masih gagal total! Menurut Komisioner eSafety Australia, Julie Inman Grant, banyak cara lain yang bisa dipakai orang dewasa jahat untuk mengintai anak-anak di sana.
Uji Coba eSafety Ungkap Celah Keamanan yang "Mengerikan"
eSafety, lembaga keamanan siber Australia, curiga kalau Roblox tidak cukup serius melindungi anak-anak dari eksploitasi. Maka, awal tahun ini mereka melakukan uji coba dan menemukan banyak celah keamanan yang sangat
mengkhawatirkan.
Begini penemuannya:
- Orang dewasa yang tidak dikenal masih bisa
mengirim permintaan pertemanan (connection requests) kepada anak-anak.
Profil dan biografi anak-anak,
termasuk nama akun, jumlah dan nama teman, gambar avatar, serta informasi non-sensitif seperti minat mereka,terlihat oleh siapa saja di platform Roblox.
- Yang lebih parah lagi,
tidak ada pilihan sama sekali untuk membatasi visibilitas informasi ini!
Orang Tua Tidak Diberi Peringatan, Pelaku Kejahatan Leluasa Cari Korban Baru
eSafety juga menemukan hal lain yang bikin geleng-geleng kepala:
- Permintaan pertemanan dari orang dewasa
tidak memicu peringatan apa pun untuk orang tua.
Artinya, orang tua tidak tahu jika ada orang asing yang mencoba mendekati anak mereka. - Pelaku kejahatan bisa
mencari daftar kontak anak-anak yang terlihat publik
untuk menemukan target baru. Ini jelas membuka peluang besar bagi mereka untuk memperluas jaringan korbannya.
Singkatnya, meski Roblox mengklaim sudah aman, nyatanya platform ini masih menyimpan bahaya besar bagi anak-anak. Orang tua perlu ekstra waspada!