Pengadilan AS Menghadapi Taktik Baru: Tekst Tersembunyi yang Hanya Bisa Dibaca oleh Sistem Kecerdasan Buatan
Hakim di Connecticut, Walter Spader Jr., baru-baru ini menemukan sebuah kasus yang tidak biasa di pengadilan AS. Seorang penggugat mencoba menyembunyikan teks dalam pengajuan kasus yang hanya bisa dibaca oleh sistem kecerdasan buatan (AI) dalam upaya untuk memenangkan kasus.
Kasus Terkait Akses Catatan Kesehatan
Putusan pengadilan yang dipublikasikan minggu lalu menegaskan bahwa teks tersembunyi tersebut tidak memiliki dampak pada kasus di mana seorang pria mengajukan tuntutan bahwa penyedia layanan kesehatan tidak memberikan akses yang tepat kepada catatan kesehatannya. Menurut Hakim Spader, pengadilan mempertimbangkan pengajuan kasus tersebut berdasarkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, namun upaya untuk menyembunyikan teks ini menciptakan preseden yang "berbahaya".
Taktik Baru dalam Penggunaan AI di Pengadilan
Upaya ini kemungkinan besar tidak akan menjadi yang terakhir kalinya pengadilan AS menghadapi taktik semacam ini, karena alat-alat kecerdasan buatan (AI) menjadi semakin umum digunakan dalam sistem pengadilan. Penggugat berusaha untuk mengacak-acak sistem AI yang mungkin mempengaruhi pembacaan pengadilan terhadap pengajuan kasus dengan menyembunyikan instruksi rahasia yang "diformat untuk tidak terlihat oleh pembaca manusia tetapi tetap dapat dibaca oleh perangkat lunak yang membaca teks dokumen", menurut Hakim Spader.
Teks yang disembunyikan tersebut memerintahkan sistem AI untuk memastikan bahwa keluaran teksnya sesuai dengan argumen penggugat, mengabaikan penolakan sebelumnya dari pengadilan, dan memastikan bahwa tindakan korektif akan mengikuti keinginan penggugat.