Perebutan Bulan: Tiongkok dan AS, Siapa yang Akan Mendarat Duluan?
Di kalangan komunitas antariksa Barat, ada dua kubu pandangan utama soal kemungkinan Tiongkok mendaratkan manusia di Bulan dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi kalau sampai Tiongkok berhasil mendahului NASA dan Amerika Serikat dalam misi mengembalikan astronot mereka ke sana.
Banyak orang mungkin akan bertanya, "Memangnya kenapa sih, kok jadi heboh?" Toh, NASA sudah memenangkan perlombaan antariksa ke Bulan hampir enam dekade lalu, saat misi Apollo 11 berhasil mendarat di sana. Mereka mungkin berargumen, lamanya waktu yang dibutuhkan negara lain untuk menyusul justru menunjukkan betapa hebatnya pencapaian Amerika Serikat kala itu.
Tapi, ada juga yang punya opini sangat berbeda. Salah satu cerita besar di abad ke-21 ini adalah bagaimana Tiongkok bangkit secara ekonomi dan geopolitik. Dunia yang dulunya seolah hanya punya satu kekuatan dominan, kini memiliki dua negara besar yang saling bersaing memperebutkan supremasi di berbagai lini. Nah, salah satu lini penting itu adalah luar angkasa.
Jika Tiongkok bisa mendaratkan manusia di Bulan sebelum Amerika Serikat kembali ke sana, ini akan menjadi kemenangan geopolitik yang sangat besar. Dari sudut pandang propaganda, hal ini akan memungkinkan Tiongkok mendeklarasikan bahwa mereka tidak hanya berhasil mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat, tetapi bahkan telah melampauinya sebagai negara adidaya di abad ini.