Siapa sangka, seribu tahun lalu, pesta-pesta di wilayah yang kini dikenal sebagai Georgia bagian utara (Amerika Serikat) sudah menyajikan kakao dari Amerika Tengah!

Pecahan tembikar sisa pesta abad ke-11 di Etowah, sebuah kota adat yang terletak di utara Atlanta, Georgia, saat ini, menyimpan jejak kakao. Kakao adalah bahan baku utama cokelat. Sisa kimia dan DNA kuno yang ditemukan di sana mengungkapkan bahwa orang-orang Mississippian yang membangun kota ini tidak hanya punya selera makan yang luar biasa, tapi juga memiliki jaringan perdagangan yang membentang setidaknya 3.000 kilometer hingga ke Amerika Tengah. Bahkan, bisa dibilang, cokelat mungkin ikut berperan dalam pembangunan gundukan-gundukan Mississippian yang megah.

Piring Kotor Kuno yang Bercerita

Arkeolog Adam King dari University of South Carolina dan timnya menemukan fragmen DNA kuno dari *Theobroma cacao* di permukaan bagian dalam pecahan tembikar yang berasal dari pesta-pesta di Etowah zaman dahulu kala. Buah dari pohon kakao menghasilkan biji yang, setelah dikeringkan dan dipanggang, akan menghasilkan cokelat dalam berbagai bentuknya yang lezat.

Masalahnya, kakao hanya tumbuh di daerah tropis. Ini berarti pohon kakao terdekat berjarak setidaknya 3.000 kilometer dari hutan di Amerika Serikat bagian timur. Jarak yang sangat jauh ini menjadi bukti nyata bahwa orang-orang Mississippian yang tinggal di Etowah memiliki jaringan perdagangan kuno yang luar biasa luas, melintasi seluruh benua.